Mengenal hal-hal baru memang mengasyikkan. Hal-hal yang tidak biasa membuat adrenalin keingintahuan atas respon atas perlakuan yang dibuat semakin menggebu-gebu. Bagi seorang yang baru pertama kali memainkan sebuah game komputer sepakbola akan sangat terhibur saat menikmati proses mengalahkan tim lawan dengan mengarahkan timnya untuk menciptakan gol. Memencet tombol-tombol yang ada akan menciptakan reaksi berbeda dan tentu unik terhadap tokoh pemain yang dikendalikan.
Saat sudah terbiasa dan tidak ada lagi trik atau keadaan baru lain yang tergambarkan di layar komputer, maka menurunlah kadar kesenangan yang dirasakan, tentu titik akhirnya adalah kebosanan dan menjadi hal yang biasa. Bisa ditebak, permainan itu akan mulai ditinggalkan dan mencari permainan baru yang akan menawarkan experiential moment menarik lainnya.
Saat layanan atas produk dan jasa kita sudah sering dan dengan gampangnya ditebak oleh konsumen kita, kebosanan tentu akan menghinggapi. Permintaan-permintaan yang diluar perkiraan dari konsumen akan bermunculan, saat permintaan yang tidak biasa itu lambat atau bahkan tidak dipenuhi. Dengan mudahnya konsumen tersebut akan meninggalkan dan beralih ke produk atau jasa pesaing.
Mengadopsi konsep menciptakan hal baru agar terus menciptakan experiential moment bagi konsumen menjadi sebuah tuntutan baru bagi pelaku bisnis. Kreatifitas dan inovasi memang menjadi kunci keberhasilan para pemasar, perwujudan perlakuan terhadap konsumen itu tentu saja berdasarkan masukan dari konsumen, praktek dari para pesaing dan sumber-sumber lain yang memang relevan.
Menjadikan kreatifitas dan inovasi sebagai semangat dan dasar pemikiran pribadi akan menciptakan sebuah hal baru yang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru pula. Dan, ternyata menjadikan kratifitas dan inovasi sebagai way of life juga mendorong diri kita melakukan dengan cara yang berbeda yang tentu saja memberikan experiential moment tersendiri. So, enjoy the experience!
Jumat, 25 Juni 2010
Jumat, 18 Juni 2010
Menikmati Lingkungan Sekitar
"zerocarboncity" dan beberapa tulisan berbahasa inggris lain yang mendukung slogan tersebut, dengan dilengkapi gambar bumi, kaus yang dominan hitam itu sangat menarik dan gue rasa adalah media kampanye idealisme yang sangat menggugah. Lelaki yang menggunakanya pun tidak luput dari perhatian, kalau anda mengira dia seorang artis atau orang terkenal lain di bumi ini mungkin gue bisa langsung mengklaim anda salah hehehe... Walaupun pengetahuan gue tentang orang-orang terkenal di bumi Indonesia ini masih jauh dari anda hehehe...
Yang menarik dari orang itu adalah kegiatan yang dia lakukan dan kontradiksinya dengan kampanye idealisme yang sedang dipamerkannya tersebut. Asap mengepul dari mulut dan hidungnya, tentu saja dengan kenikmatan personal yang gue rasa hanya dinikmati oleh dirinya sendiri. Zerocarboncity dengan perilaku merokok
yang tentu saja non zero carbon adalah hal yang sangat bertentangan. Ketidakkonsistenan ini menciptakan banyak persepsi, dari yang paling sederhana dia tidak paham dengan makna tulisan itu atau memang hanya asal menggunakan pakaian dan memang tidak bermaksud kampanye. Akhirnya gue mendapatkan pelajaran kita memang harus memahami apa yang kita pakai dan lakukan, karena sebagian besar memang menggambarkan diri kita. Kembali dengan orang itu, saya bersepsi dia orang yang gak konsisten hehehe...
Menyenangkan juga memperhatikan sekitar, ada banyak experiential
moment yang didapatkan. Perilaku dan kecenderungan bersikap atas satu kondisi memang sebuah fenomena yang bermanfaat, setidaknya bagi orang yang jualan. Perilaku ini ditumpangi agar kemungkinan jualan kita dapat laris-manis. Is that interesting?
Yang menarik dari orang itu adalah kegiatan yang dia lakukan dan kontradiksinya dengan kampanye idealisme yang sedang dipamerkannya tersebut. Asap mengepul dari mulut dan hidungnya, tentu saja dengan kenikmatan personal yang gue rasa hanya dinikmati oleh dirinya sendiri. Zerocarboncity dengan perilaku merokok
Menyenangkan juga memperhatikan sekitar, ada banyak experiential
Jumat, 11 Juni 2010
The (Not) Better Experiental Airplane Services
Di sepanjang koridor Gate 5 terminal Soetta penuh dengan asap rokok, koridor yang seharusnya bebas asap rokok itu terasa pengap. Masuk ke ruang tunggu bukanlah pilihan yang lebih baik karena sangat sesak dengan penumpang yang sebagian besar tertunda pesawatnya, alasan yang hampir 99% benar adalah kendala teknis dan masih menunggu pesawat dari tempat lain yang mengalami keterlambatan.
Para penumpang punya 2 pilihan, tetap di koridor menjadi perokok--aktif atau pasif--di koridor atau berdesak-desakan di dalam ruang tunggu. Sebuah ketidaknyamanan bagi seorang yang tidak merokok. Para petugaspun hanya setengah hati melarang para perokok dan mengarahkan mereka ke ruang khusus merokok, dan tentu saja para perokok dengan tidak kalah setengah hati mereka menjawab mereka merokok karena pesawat mereka yang tertunda. Dan, bisa ditebak keadaan tidak berubah.
Pengalaman ini menanamkan sebuah persepsi yang cenderung negatif (setidaknya bagi gue pribadi). Penerbangan yang sering terlambat dan pelayanan bandara yang cenderung setengah hati, ditambah lagi dengan ketidakdisiplinan para konsumen penerbangan itu sendiri (walaupun tidak bisa dikatakan semua). Pengalaman ini menjadi persepsi umum masyarakat di saat mayoritas penumpang berpendapat seperti gue :-).
Citra industri penerbanganpun tidak lepas dari ketidakbaikan pelayanannya. Bagi para pemain di industri ini mulai memasukan elemen ini sebagai pembeda dandijadikan "senjata" untuk memenangkan hati para konsumennya agar menggunakan jasa mereka. Menurut gue para pemain di industri ini lebih baik memfokuskan pada fitur yang mendasar di industri ini yang diharapkan mayoritas penumpang, yaitu: ketepatan waktu estimasi keberangkatan dan pendaratan, kondisi nyaman saat menunggu dan tentu saja reward and punishment law is implemented wisely.
Para penumpang punya 2 pilihan, tetap di koridor menjadi perokok--aktif atau pasif--di koridor atau berdesak-desakan di dalam ruang tunggu. Sebuah ketidaknyamanan bagi seorang yang tidak merokok. Para petugaspun hanya setengah hati melarang para perokok dan mengarahkan mereka ke ruang khusus merokok, dan tentu saja para perokok dengan tidak kalah setengah hati mereka menjawab mereka merokok karena pesawat mereka yang tertunda. Dan, bisa ditebak keadaan tidak berubah.
Pengalaman ini menanamkan sebuah persepsi yang cenderung negatif (setidaknya bagi gue pribadi). Penerbangan yang sering terlambat dan pelayanan bandara yang cenderung setengah hati, ditambah lagi dengan ketidakdisiplinan para konsumen penerbangan itu sendiri (walaupun tidak bisa dikatakan semua). Pengalaman ini menjadi persepsi umum masyarakat di saat mayoritas penumpang berpendapat seperti gue :-).
Citra industri penerbanganpun tidak lepas dari ketidakbaikan pelayanannya. Bagi para pemain di industri ini mulai memasukan elemen ini sebagai pembeda dandijadikan "senjata" untuk memenangkan hati para konsumennya agar menggunakan jasa mereka. Menurut gue para pemain di industri ini lebih baik memfokuskan pada fitur yang mendasar di industri ini yang diharapkan mayoritas penumpang, yaitu: ketepatan waktu estimasi keberangkatan dan pendaratan, kondisi nyaman saat menunggu dan tentu saja reward and punishment law is implemented wisely.
Selasa, 08 Juni 2010
Always Exciting!
Yang pertama memang selalu memberikan kesan yang tersendiri. Tegukan air pertama yang membasahi tenggorokan begitu nikmat dan berkesan menyegarkan dan tidak tergantikan dengan apapun. Pada tegukan kedua dan seterusnya, kenikmatan dan kesan kesegaran itu seakan-akan berkurang dan tidak lagi diawal. Penjelasan sederhananya adalah berkurangnya tingkat kebutuhan akan air minum tersebut, selain itu kita sangat yakin bahwa tegukan yang selanjutnya adalah air yang sama dan tidak lagi membuat kita exciting.
Saat kebutuhan dasar tersebut mulai terpenuhi dan mulai menjadi biasa maka kecenderungannya adalah kegiatan itu menjadi sekedarnya saja, sekedar terpenuhi dan terkesan seperti komoditas biasa. Minum air di saat haus adalah hal biasa dan tidak begitu hebat. Tetapi, disaat kondisi lingkungan dirubah maka kegiatan itu tidak lagi biasa. Haus di tengah gurun pasir dan karena terbatasnya sumber air menyebabkan kita hanya boleh minum di saat benar-benar haus dan dengan jumlah tegukan terbatas, akan memberikan pengalaman yang berbeda untuk kegiatan minum tersebut.
Dari hal tersebut kita dapat melihat sebuah praktek pengkondisian yang terus digunakan orang. Keadaan tertentu diciptakan dan kelangkaan barang atau jasa digembar-gemborkan. Sehingga suatu pengalaman unik terus tercipta dan jurus inilah yang digunakan para pemasar untuk menjual "dagangannya".
Orang yang bolak-balik berlibur ke bali adalah contoh keberhasilan para pemasar jasa pariwisata di sana. Balinya tetap Bali yang sama namun mengapa orang rela kembali lagi ke Bali kalau hanya mendapatkan pengalaman yang persis sama? Ternyata mereka tetap merasa exciting karena cenderung mendapatkan pengalaman baru setiap mereka kesana. Pengalaman baru itu sendiri disebabkan ketidakmampuan pelancong tersebut dalam jangka waktu yang lama untuk ada di bali sehingga ada beberapa tempat dan layanan lain yang belum sempat dicicipi. Keberagaman layanan, tempat, makanan dan suasana di Bali itulah yang membuat ada pengalaman yang selalu baru bagi pelancong tersebut. So, we have to implement this strategy to our business, and thinking the formula itself has to be done strategically and creatively.
Saat kebutuhan dasar tersebut mulai terpenuhi dan mulai menjadi biasa maka kecenderungannya adalah kegiatan itu menjadi sekedarnya saja, sekedar terpenuhi dan terkesan seperti komoditas biasa. Minum air di saat haus adalah hal biasa dan tidak begitu hebat. Tetapi, disaat kondisi lingkungan dirubah maka kegiatan itu tidak lagi biasa. Haus di tengah gurun pasir dan karena terbatasnya sumber air menyebabkan kita hanya boleh minum di saat benar-benar haus dan dengan jumlah tegukan terbatas, akan memberikan pengalaman yang berbeda untuk kegiatan minum tersebut.
Dari hal tersebut kita dapat melihat sebuah praktek pengkondisian yang terus digunakan orang. Keadaan tertentu diciptakan dan kelangkaan barang atau jasa digembar-gemborkan. Sehingga suatu pengalaman unik terus tercipta dan jurus inilah yang digunakan para pemasar untuk menjual "dagangannya".
Orang yang bolak-balik berlibur ke bali adalah contoh keberhasilan para pemasar jasa pariwisata di sana. Balinya tetap Bali yang sama namun mengapa orang rela kembali lagi ke Bali kalau hanya mendapatkan pengalaman yang persis sama? Ternyata mereka tetap merasa exciting karena cenderung mendapatkan pengalaman baru setiap mereka kesana. Pengalaman baru itu sendiri disebabkan ketidakmampuan pelancong tersebut dalam jangka waktu yang lama untuk ada di bali sehingga ada beberapa tempat dan layanan lain yang belum sempat dicicipi. Keberagaman layanan, tempat, makanan dan suasana di Bali itulah yang membuat ada pengalaman yang selalu baru bagi pelancong tersebut. So, we have to implement this strategy to our business, and thinking the formula itself has to be done strategically and creatively.
Senin, 07 Juni 2010
Entertaining Product: Another of Experiental Marketing
Website fifa.com menjadi website "wajib" dua minggu terakhir ini, selain memang sebagai situs resmi rujukan sepakbola dunia, situs ini memang sarat akan informasi bola terutama world cup 2010. Tidak salah kalau website ini jadi rujukan utama project blog gue di worldcupstat.blogspot.com selain wikipedia dan soccerstat.
Hal yang menarik dari website fifa ini adalah situs berita yang entertaining atau menghibur. Sehingga, ada sesuatu yang berbeda dan unik dirasakan oleh pengakses website tersebut. Animasi yang atraktif dan tema website yang penuh warna, memasukan fitur dimana pengakses dapat berpendapat apa saja terkait dunia perbolaan hingga membuat avatar diri yang merepresentasikan diri kita diantara anggota terdaftar lainnya.
Game yang dipasang sebagai fitur website otomatis membuat pengunjung website menjadi betah berlama-lama. Suka beraksi untuk menggolkan bola ke gawang? Simulasi tendangan pinalti dengan penjaga gawang yang cukup sulit ditaklukan akan meningkatkan rasa penasaran pengunjung. Lebih suka menjadi manajer bola? Jangan khawatir, keinginan untuk membeli game football manager atau champion manager terbaru pun akan tertunda karena semua itu akan terpenuhi di website ini, dengan lawan dari penjuru dunia lagi.
Sebaga website informasi, kemampuannya membuat pengunjung merasakan hal yang berbeda membuat kunjungan menjadi rutin dan mendorong untuk menyebarkannya kepada orang lain, fasilitasnya pun tersedia. Tombol sharing via media sosial seperti facebook, twitter dan email sangat mempermudah dan mendorong ketersebaran informasi menjadi lebih luas. Tulisan ini pun salah satu bentuk penyebaran informasi dari seorang pengunjung yang merasa sebuah pengalaman unik. Dan, inilah yang ingin dicapai fifa. Repeating visits and consumer loyalty for evangelist will attract more money through advertisements. So, why we do not care about it, if we want more revenues from our poducts.
Hal yang menarik dari website fifa ini adalah situs berita yang entertaining atau menghibur. Sehingga, ada sesuatu yang berbeda dan unik dirasakan oleh pengakses website tersebut. Animasi yang atraktif dan tema website yang penuh warna, memasukan fitur dimana pengakses dapat berpendapat apa saja terkait dunia perbolaan hingga membuat avatar diri yang merepresentasikan diri kita diantara anggota terdaftar lainnya.
Game yang dipasang sebagai fitur website otomatis membuat pengunjung website menjadi betah berlama-lama. Suka beraksi untuk menggolkan bola ke gawang? Simulasi tendangan pinalti dengan penjaga gawang yang cukup sulit ditaklukan akan meningkatkan rasa penasaran pengunjung. Lebih suka menjadi manajer bola? Jangan khawatir, keinginan untuk membeli game football manager atau champion manager terbaru pun akan tertunda karena semua itu akan terpenuhi di website ini, dengan lawan dari penjuru dunia lagi.
Sebaga website informasi, kemampuannya membuat pengunjung merasakan hal yang berbeda membuat kunjungan menjadi rutin dan mendorong untuk menyebarkannya kepada orang lain, fasilitasnya pun tersedia. Tombol sharing via media sosial seperti facebook, twitter dan email sangat mempermudah dan mendorong ketersebaran informasi menjadi lebih luas. Tulisan ini pun salah satu bentuk penyebaran informasi dari seorang pengunjung yang merasa sebuah pengalaman unik. Dan, inilah yang ingin dicapai fifa. Repeating visits and consumer loyalty for evangelist will attract more money through advertisements. So, why we do not care about it, if we want more revenues from our poducts.
Selasa, 01 Juni 2010
Kebiasaan [Tribute to Mie Goreng]
Terkejut juga sembari menunggu mie goreng itu terhidang, mencoba menghitung sudah sejak kapan kebiasaan makan mie di warung mie ini dimulai. Angka 11 tahun pun terhitung, ketidakyakinan akan kemampuan menghitung pun terjadi. Namun, ketidakyakinan itu ternyata tidak nyata karena angka 11 itu adalah perhitungan yang valid, ya...paling meleset 2 ato 3 bulanlah :-)
Kebiasaan makan mie di warung yang kebanyakan penjualnya dari Kuningan Jawa Barat ini menjadi sebuah fenomena experiental tersendiri. Pola saat terstimulasinya pun serupa. Di saat malam dan masih terjaga, keinginan ngemil timbul. Keluar mencari tempat makan yang terdekat, murah dan cukup mengenyangkan selain nasi tentu saja menjadi tujuan. Dan, disinilah warung mie tersebut berjaya. Karena, warung inilah yang paling memenuhi persyaratan dan buka 24jam penuh! Nilai tambahnya ini yang luar biasa. Kebiasaan makan ini membuat sebuah budaya bagi konsumennya, dan tidaklah heran banyak orang yang tetap menjalankan "budaya" ini dalam jangka waktu yang berkelanjutan.
Ada hal unik saat melakukan "aktivitas" makan mie tersebut. Komunikasi informal antar konsumen yang "dikomporin" si penjual menciptakan diskusi panjang dan cenderung menarik. Imbas keberlangsungan diskusi ini tentu saja jumlah gorengan, es teh, kopi, rokok, dan jajanan lainnya meningkat penjualannya. Karena kenyamanan yang dirasakan ini menciptakan experiental moment tersendiri, maka dorongan untuk mengulang aktivitas itupun menjadi kuat. Seperti efek bola salju, bisa dilihat budaya itupun terbentuk dan tentu saja loyalty terbentuk. So, marketer has to learn from this mechanism.
Kebiasaan makan mie di warung yang kebanyakan penjualnya dari Kuningan Jawa Barat ini menjadi sebuah fenomena experiental tersendiri. Pola saat terstimulasinya pun serupa. Di saat malam dan masih terjaga, keinginan ngemil timbul. Keluar mencari tempat makan yang terdekat, murah dan cukup mengenyangkan selain nasi tentu saja menjadi tujuan. Dan, disinilah warung mie tersebut berjaya. Karena, warung inilah yang paling memenuhi persyaratan dan buka 24jam penuh! Nilai tambahnya ini yang luar biasa. Kebiasaan makan ini membuat sebuah budaya bagi konsumennya, dan tidaklah heran banyak orang yang tetap menjalankan "budaya" ini dalam jangka waktu yang berkelanjutan.
Ada hal unik saat melakukan "aktivitas" makan mie tersebut. Komunikasi informal antar konsumen yang "dikomporin" si penjual menciptakan diskusi panjang dan cenderung menarik. Imbas keberlangsungan diskusi ini tentu saja jumlah gorengan, es teh, kopi, rokok, dan jajanan lainnya meningkat penjualannya. Karena kenyamanan yang dirasakan ini menciptakan experiental moment tersendiri, maka dorongan untuk mengulang aktivitas itupun menjadi kuat. Seperti efek bola salju, bisa dilihat budaya itupun terbentuk dan tentu saja loyalty terbentuk. So, marketer has to learn from this mechanism.
Langganan:
Postingan (Atom)